Masih disuasana Idu Fitri.Pagi itu begitu cerah, kulihat suamiku sedang menelepon temannya.Selesai menelopon, dia mengatakan bahwa keluarga temannya akan pergi tamasya ke daerah Bogor,karena rumah kami tidak jauh dari tempat yang akan mereka kunjungi,maka nanti baliknya mereka akan mampir ke rumah kami.Kami sangat senang jika ada teman atau saudara mau berkunjung ke Gubuk kami yang lumayan jauh dari Jakarta. Kami menunggu kedatangan mereka sampai menjelang magrib, tetapi mereka tak kunjung tiba. Tak lama kami mendengar bunyi HP,ternyata ada SMS masuk.Betapa kagetnya kami ternyata salah satu dari mereka telah pulang ke Rahmatullah.Tentu saja kami terkejut,Kenapa? Apa yang menyebabkan suami puji meninggal? Jika sakit, tak mungkin dia ikut ke Bogor.Kamipun mencari info,ternyata suaminya Puji meninggal akibat berenang di Sungai dan dia tenggelam,keluarganya tidak menyadari itu , mereka begitu gembira dalam canda, karena Jakarta tidak pernah mereka temui sungai yang jernih.Merekapun tertawa serta bergurau, tanpa mereka ketahui bahwa salah satu keluarga mereka sudah hampir satu jam tidak terlihat.Ironis bukan? Tawa mereka berubah menjadi derai air mata.Dulu sewaktu ayahku belum berpulang,Ayah pernah mengatakan Janganlah kamu tertawa berlebihan, karena setelah tawa akan ada tangis.Aku bisa merasakan kesedihan mereka.Di hari kemenangan yang seharusnya tetap ada Tawa berubah jadi Tangis. 3 hari setelah suaminya Puji berpulang,Kami mendapat SMS lagi, bahwa Juariyah tantenya Puji berpulang juga menghadap Tuhan.Kami mendengarnya begitu terpukul.Tuhan benar- benar sedang menguji kesabaran keluarga mereka.Aku berharap dibalik ini semua ada segi yang baik buat keluarga yang ditinggalkan.Selamat jalan, semoga Tuhan menerima hidup Juariyah dan suami Puji, serta amal ibadah mereka selama di dunia.Amin Ya Robbal Alamin.
Sudah sekian lama aku memikirkan teman-temanku yang belum mendapatkan jodoh. Jika aku melihat fisik, boleh dibilang temanku tidak jelek bahkan jika aku bercermin,aku tidaklah cantik di bandingkan teman-temanku yang belum mendapatkan suami.Berawal ketika mama pergi ke dokter, mama bertemu dengan keponakannya, terjadilah pembicaraan mereka bersepakat mempertemukan temanku dengan anak saudaraku.Minggu yang dinantikan tiba ke dua orang tua bertemu.Keduanya sepakat mempertemukan putra dan putri mereka pada minggu berikut.Hari yang telah disepakatipun datang,setelah melihat dan berbicara satu sama lain akhirnya mereka berdua merasa cocok.Hari itupun langsung diputuskan mereka akan menikah dihari ke-5 tepatnya hari jumat mendatang. Terimakasih ya Alloh ,ternyata temanku tidak lagi sendiri mengarungi hidup ini, Dia menemukan juga teman hidupnya,Aku mau mereka selamat dalam mengarungi biduk rumah tangga dan bahagia sampai ajal menjemput keduanya.Bantulah aku Ya Alloh untuk mempertemukan 2 temanku yang lain agar mereka juga mendapatkan teman hidup seperti kami.Amin
Sabtu 13 Desember 2008,aku merasakan bahwa ayahku akan pulang menghadap pencipta {Alloh}.Teringat akubeberapa jam menjelang ayah akan pulang, aku mohon pada adikku untuk tidak pergi,aku mohon kamu tidak kemana-mana,ayah kita akan pulang,dengan tangannya yang lemah dilambaikan agar adikku tidak meninggalkannya.Tapi adikku tak mengindahkan.2 jam sebelum kepulangannya dia tanyakan adikku,”AS mana?” sini jangan berantem yach akur sama saudara. Aku tanyakan ayah mau pulang? Dia mengangguk,Dengan tangannya yang lemah dia memberi isyarat agar aku mendekat,lalu ku hampiri.Aku tanyakan kenapa? Ayah gak tau jalan pulang,Ayah mau aku tuntun? Dia mengangguk.Ketika itu mama akan solat magrib dan adikku bersama suaminya sedang mengaji,terakhir kali mama meminta,” Ayah jangan pulang dulu ,nanti kalau mau pulang tunggu selesai mama solat dulu,ayahpun mengangguk.Sementara itu aku terus membaca alfatiha,dan didetik terakhirnya aku terus menuntunnya dengan kalimat Alloh,Alloh,Alloh dan Alhamdullilah didetik terakhir ketika ajal akan menjemputnya aku mendengar lirih ayah mengucapkan kata Alloh lalu nafasnya pun terhenti.Selama hidupnya ayah rajin beribadah aku mau ayah diterima hidupnya oleh Alloh.Amin Ya Robbal Alamin.Selamat jalan ayah kami menyanyangimu
Selesai memasak saya menghampiri anak saya yang sedang bermain dengan saudara dan teman-temannya.Sambil meyuapi Nur, saya memperhatikan pembicaraan mereka.Lidya (berusia 6 tahun) bertanya kepada Fila yang berusia 8 tahun,”Fila Alloh itu dimana yach?” .Fila menjawab ” Diatas!”.Tasya bertanya lagi ” diatas mana Fil?” Fila menjawab” Diatas sana, jauh jauh sekali?” Anakku Nur yang baru berusia 3 tahun waktu itu nyeletuk ” Fila, kalo Alloh itu jauh sekali, diatas sana g ak bisa turun donk Fil! mereka semua tertawa, saya menjelaskan ke mereka, saya katakan yang dimaksud jauh itu artinya, ajaran Alloh itu jauh lebih bagus dari ilmu apapun yang ada di bumi ini.Tasya bertanya lagi, jadi Alloh itu ada dimana? saya katakan Alloh itu dekat dengan kita,jika kita dekat denganNya,misalnya jika kita solat kita akan merasa tentram, adem, hati kita sejuk, karena Alloh ada dekat kita.Mereka akhirnya dapat mereka memahami. Waktu anak ku yang pertama (anisa berumur 7 tahun),sepulang sekolah dia bertanya ke saya,” mama kata bu guru Alloh itu maha besar,kalo besar sebesar apa sich mah?’saya kaget mendengar pertanyaan anak saya,gimana saya menjawab dengan logika anak seusia dia, tapi saya katakan, Nisa Alloh itu maha besar, maksudnya bukan seperti besarnya anis,mama, rumah atau apapun, tapi maksudnya Alloh maha besar adalah ajaran Alloh yang sangat besar tidak bisa diukur dengan apapun.Dia mengatakan” ooh gitu yah mah, anis kira besarnya kayak bumi”. saya jadi teringat waktu usiaku 17 tahun. keponakan ku bernama Lia (sekarang sudahjadi pramugari ).Ketika itu Lia berumur 5 tahun, saya ajak dia jalan-jalan ke Cianjur, di mobil dia tiba-tiba bertanya, tante kata bu guru, syurga itu berada ditelapak kaki ibu, kok Lia liat ditelapak kaki mama gak ada syurga, polos pertanyaannya dan bisa membuat orang yang mendengar tertawa, karena yang berbicara dan bertanya anak kecil.saya mencoba menjelaskan sesuai dengan usia Lia,saya katakan,maksudnya syurga dibawah telapak kaki ibu adalah ,kita harus menghormati ibu,kita tidak boleh membuat ibu marah atau kesel. Kita harus membuat ibu bahagia dan senang.Kalo ibu senang tentu kita tidak dimarahi,kalo kita tidak dimarahi berarti kita bahagia kalo kita bahagia serasa hidup ini indah seperti disyurga.Ooh gitu tante, berarti kita harus tetep bikin mama senang, supaya kita dapat syurga. Senang sekali dia mendengarnya.Dari seluruh kejadian tersebut tentunya kita sebagai orang tua atau guru harus menjelaskan sesuatu sejelas mungkin sesuai dengan nalar dan logika serta usia anak.Jika kita tidak menjelaskannya akan membuat anak salah pengertian.Bahaya bukan ?
ketika jam istirahat seorang anak menghampiri gurunya,dia mengadu ke guru tersebut bahwa sepatu yang dipakai Ricky adalah miliknya yang disita salah satu guru karena sepatu tersebut berwarna putih. Sepatu itu hilang.Ternyata kini sepatu itu dipakai Ricky.Guru tersebut memanggil Ricky dan menanyakan sepatu siapa yang dipakainya.Setelah diintrogasi Ricky mengaku sepatu yang dipakainya memang bukan miliknya tetapi ia dapatkan dari temannya.Tentu kita akan menyalahkan anak tersebut karena telah mencuri,apalagi sepatu itu diletakan diruang guru.Sebagai seorang guru saya tidak 100% menyalahkan pencuri sepatu,karena saya tidak mencari siapa yang salah,jika kita mencari siapa yang salah tentunya sudah pasti dia bersalah karena mencuri.Sebagai guru kita tidak hanya mengajar tapi mendidik,mendidik menyangkut berbagai segi,termasuk psikologi anak.Alangkah baiknya kita mencari jawaban kenapa dia mencuri dan diberikan kepada temannya bukan dia pakai sendiri? Akhirnya saya tanyakan sebabnya ternyata anak tersebut mencuri karena kasihan melihat temannya tidak memiliki sepatu untuk olah raga.Betapa terpukulnya saya sebagai seorang guru ternyata anak tersebut mencuri demi temannya,maksudnya memang ingin menolong tetapi perbuatannya mencuri tetap salah.Orang tua anak tersebut mengatakan kepada saya bahwa sejak kejadian tersebut dia tambah pendiam.Saya katakan secara psikologis sudah pasti anak tersebut punya beban tapi saya akan berbicara dengannya. Ada Komentar?